Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Tentang Kau dan Malam
Bisnis
Mei 07, 2019
Bukankah seharusnya tak ada
Kisah malam dengan bertukar suara
Atau bertanya entah hal apa
Untuk sekadar melibur lara
Dan mengundang sedikit tawa
Aku rindu akan sebuah penantian
Di satu senja dengan muka yang masam
Bukan bis kota yang tak kunjung datang
Namun diriku yang hilang di telan awan
Bersama mentari kala menyambut malam
Tentang waktu dan tempat
Yang pernah memisahkan kita berdua
Menyimpan rindu dan menitipkan asa
Kepada setiap penghuni di belahan dunia
Kita lampiaskan akan setiap kerinduan
Yang setiap malam dan paginya datang
Dari sudut persegi dan segitiga.
Kita bukan Tuhan yang bersifat Maha
Tapi keMahaan-Nya bersemi dalam cinta kita
Kita bukan Tuhan yang bersifat Agung
Tapi keagungan-Nya bersemayam dalam rindu kita
Namun kita tak bisa seperti Tuhan
Dalam bentang jarak dan kurun waktu
Karena kita dihantui oleh keduanya
Meski hal itu hanya bersifat sementara.
* * *
Malam itu bulan menyendiri di tepi jalan
Terpaku dalam rayuan sang bintang
Yang membuatnya tak bisa merasakan
Dinginnya malam di balik selimut kerinduan
Yang seakan memberi pesan:
Malam ini kau tak akan mampu bertahan
Diterpa asmara yang hadirnya kini kurasakan
Bulan pernah mempunyai angan
Ingin membersamai bintang di setiap malam
Sekadar bertukar cahaya atau bahkan
Sebatas melihat eloknya hamparan alam
Sambil bergandengan tangan dari kejauhan
Hingga mitos itu pun benar datangnya
Meraup sang bulan hingga jatuh terkapah
Merengut nyawa menikam rasa
Meninggalkan bulan hanya sebatas nama
Yang tak pernah ada dalam benak bintang
Dasar kau monster pemakan bulan yang
Berani-beraninya mendekati sang bintang
Di tengah harmonisnya ukiran malam
Yang gelap dan sunyi tanpa haluan
* * *
Seperti aktor yang sedang bersandiwara
Yang sama-sama memainkan perannya
Aku romeonya dan kau julietnya
Di akhir drama diriku pun bertanya-tanya;
Ini sadiwara atau dunia nyata?
Seperti aktor yang sedang bersandiwara
Yang sama-sama memainkan perannya
Aku romeonya dan kau julietnya
Di akhir drama diriku pun bertanya-tanya;
Ini sadiwara atau dunia nyata?
Aku pun sadar ini hanyalah drama
Yang ceritanya bahkan diatur sedemikian rupa
Hingga penonton pun diam terkesima
Melihat pemeran yang tampil mempesona
Hingga mereka pun berteriak ria
Meski apa yang tampak bukanlah semestinya
Yang ceritanya bahkan diatur sedemikian rupa
Hingga penonton pun diam terkesima
Melihat pemeran yang tampil mempesona
Hingga mereka pun berteriak ria
Meski apa yang tampak bukanlah semestinya
* * *
Ditulis di penghujung malam di bawah guyuran rindu pada musim semi. Sambil berangan-angan menyodorkan eskrim ke hadapanmu agar senyumanmu tertutup.
7 Mei 2019
Darrasah, Kairo.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...