Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Pentingnya Adab

Adab, hal yang penting namun sering
Dilupakan.

               
                Sebagai santri kita sudah sering mendengar kata kata “adab” atau beradab. Kita selalu diingatkan untuk selalu  memakai adab dalam hal apapun seperti halnya,  tentang bagaimana  ketika berbicara dengan yang lebih tua, bagaimana kita mendengarkan orang yang berbicara, bagaimana kita berkumpul dalam suatu perkumpulan, sampai hal yang remeh pun kita selalu diingatkan dalam masalah adab, seperti berjalan, memakai sandal dan yang lainnya.

                Pada dasarnya adab adalah sesuatu yang menjadi tidndakan tentang  apa yang akan kita kerjakan. Bagaimana seseorang melakukan sesuatu dengan berlandaskan pada adab. Prof Nauib Al-attas, pernah menyampaikan bahwsanya manusia yang beradab adalah manusia yang dapat menempatkan sesuatu pada dasarna atau pada tempatnya.

Sekarang banyak orang yang tidak percaya dengan kusa Tuhan. Mereka menganggap bahwasanya apa yang kita minta kepada tuhan dalam do’a kita, selalu saja tidak dikabulkan. Padahal kita sebagai orang muslim dan percaya akan adanya Allah. Sementara orang selain muslim, atau non muslim yang tidak percaya dengan adanya Allah, meraka selalu dicukupi  dengan kehidupannya. Mereka berkata “ Apakah Allah tidak adil?, mana janji Allah ? apakah doa ini semua hanya sesuatu yang omong kosong?

Orang yang berkata demikian, adalah orang yang tidak bisa menempatkan apa yang harusnya diletakkan pada tempatnya. Kepada siapa ia sedang berbicara, bagaimana ia berbicara. Disinilah letak keberadaan adab kita terhadap Allah SWT. Tidaklah patut bagi seorang mu’min untuk melakukan hal yang seerti ini. Jikalau berbicara presiden saja kita menjadi tegang, atau merasa takut, lalu kenapa kalau dengan lantangnya seseorang mengatakan perkataan yang harusnya tidak dikatakan kepada Alah. Dan Allah itu Maha penguasa dan Pencipta, dan presiden itu bukanlah siapa siapa, melainkan hanyalah manusia biasa yang mempunyai jabatan lebih tinggi.

KH Hasyim Asy;ari, pendiri NU, pernah berkata; Tauhid mewajibkan wujudnya iman, berarti barang siapa yang tidak beriman dia tidak bertauhid;  dan iman mewajibkan wujudnya syari’at, maka barang siapa yang tidak bersyari’at maka dia tidak beriman dan tidak bertauhid; syariat mewajibkan wujudnya adab, barang siapa yang tidak beradab maka dia tidak ada iman,tauhid dan syari’at baginya.

Disinilah pentingnya kedudukan adab. Bahwasanya dalam menjalankan syari’at  Islam, kita hars menjadi orang yang beradab. Beradab dalam hal apapun. Bagaimana kita meletakkan suatu yang wajib diatas yang lainnya. Dimana kita harus meletakkan Al-qur’an sebagai landasan dari suatu hal yang lainnya. Apakah sama antara derajat orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu. Apakah sama derajat orang yang beriman dan orang yang kafir. Apakah sama orang yang baik dengan orang yang jahat.  Tentu saja berbeda. Dan bagaimana kita memperlakukan mereka pun berbeda.

“Al adabu fauqa-l Ilmi wal ilmu fauqa-l amali” . adab itu diatas ilmu, dan ilu itu diatas segala pekerjaan. Yang dimaksud dari perkataan diatas adalah,bagaimana kita mau beramal kalau kita tidak tau bagaimana caranya. Itulah yang dimaksud dengan Al ilmu fauqa-l amali. Namun dalam berpengetahuan, kita harus mengedepankan akhlak dan adab kita dalam mencapainya. Itulah yang dimaksud dengan Al adabu fauqa-l ilmi.

Inilah yang sering dilupakan oleh banyak orang, yaitu tentang adab. Mungkin ini remeh, namun sangat berakibat fatal bagi seseorang. Prof Naquib Al-attas menyebutkan, bahwasanya mundurnya suatu umat dikarenakan hilangnya adab, loss of adab.
Dan semoga kita dapat memperbaiki adab kita dan semoga kita menjadimanusia yang beradab dan bertaqwa.    


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia