Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Islam Sebagai Agama Wahyu
Bisnis
Maret 04, 2016
Islam Sebagai Agama Wahyu
Oleh : Bana Fatahillah
Pembagian Agama : Samawi dan Ardi
Diantara
pelajaran-pelajaran yang diajarkan di Pondok Pesantren yaitu Ilmu perbandingan
Agama (muqooronatu al-adyaan). Dan di dalam pengantar ilmu tersebut,
murid-murid diajarkan dengan teori pembagian agama menurut sumbernya. Menurut
sumbernya, Agama dibagi menjadi dua bagian, yaitu agama langit (samawi) dan
agama bumi (ardi). Dalam definisinya, agama langit adalah agama yang
bersumber dari langit, atau dari Wahyu Allah SWT dan mempunyai kitab suci yang
langsung diturunkan dari Allah SWT. Sementara agama bumi adalah agama yang
bersumber dari Bumi atau manusia dan dibentuk dari budaya yang ada.
Untuk contoh agama
langit (samawi) adalah islam, kristen, dan Yahudi. Sementara contoh
agama bumi (ardi) adalah budha, hindu, dan konghucu. Sebenarnya masih
banyak lagi contoh agama bumi yang ada, namun karena di Indonesia hanya 5 agama
itu yang tertulis dalam undang-undang.
Pengertian
pembagian agama seperti ini sudah sangat meluas dan menjadi dasar bagi
pembelajar ilmu perbandingan agama (muqooronatu al-adyaan). Sebagai
contoh, saya, sebagai santri Pondok Modern darussalam Gontor, dulu diajarkan
dalam buku muqoronaatu al-adyaan sebuah pemahaman yang sama. Begitu juga
dibanyak Universitas islam yang ada.
Prof.syed Muhammad
Naquib al-Attas, seorang Filosof dan sejarawan melayu kontemporer yang menulis sebuah buku berjudul Islam and
secularism, mempunyai teori yang sangat terkenal ketika membantah pembagian
agama tersebut. Al-attas mengatakan, “islam is the only genuine revealed
religion”. Beliau mengatakan bahwasanya islama adalah satu-satunya agama
wahyu yang murni. Al-attas tidak membagi agama kepada agama langit dan bumi.
Namun membagi kepada agama haq dan batil. Agama yang haq
adalah islam, selainnya batil.
Karena islam
adalah satu-satunya agama yang bersumberkan wahyu. Agama yang lain adalah hasil
produk budaya manusia. Yahudi dan Nasrani adalah produk buatan manusia. Ketika
mereka, orang-orang orientalis
mengatakan agama islam, yahudi, dan Nasrani adalah agama keturunan yang
sama, yaitu dari ajaran bapak para nabi, nabi Ibrahim (Abraham faith), maka
itu adalah kesalahan yang fatal. Nabi Ibrahim tidak membawa agama yahudi. Dan
Nabis Isa tidak membawa agama Kristen/Nasrani. Yang mereka bawa adalah agama
tauhid/islam. Di dalam al-Qur’an sangat jelas dikatakan bahwasanya Nabi Ibrahim
itu sekali-kali bukan yahudi dan bukan . Nasrani, melainkan seorang muslim yang
Hanif. (maa kaana ibrahimu yahudiyyan wala
nasraaniyyan, walaakin kana haniifan musliimaa) . dan bahwasanya
nabi Isa adalah Muslim dan seorang Nabi yang menyampaikan wahyu-Nya.
Orang Nasrani
mengatakan bahwasanya mereka adalah pengikut ajaran Yesus (Isa A.s) dan orang
Yahudi mengatakan bahwasanya mereka adalah penerus ajaran Musa. Mereka semua
salah dalam berfikir. Agama/ajaran (millah) yang dibawa dan diajarkan
oleh nabi Musa dan Isa adalah ajaran Tauhid, ajaran untuk mengesakan Allah. Dan
semua ajaran itu akan sempurna pada masa kenabian Muhammad SAW dengan kitab
suci Al-qur’an. Nabi Muhammad adalah penutup para nabi. Dan di zaman Muhammad
lah turun ayat bahwasanya nama islam sebagai agama yang sempurna.
“al-yauma
akmaltu lakum diinakum, wa atmamtu alaikum ni’matii wa rodiitu lakum al-islaama
diina” Allah menurunkan ayat ini ketika nabi selesai dari Haji wada. Disini
Allah meridhoi bahwasanya Islam adalah agama yang sempurna. Seharusnya,
orang-orang yang mengatakan bahwasanya ia mengikuti ajaran Musa ataupun Isa,
maka dia harus Islam. Karena Islam lah agama yang telah disepurnakan oleh Allah
dari ajaran-ajaran sebelumnya. Orang Nasrani dan Yahudi harusnya masuk agama
Islam, kalau mereka mengakui penerus Nabi mereka yaitu Musa dan Isa.
Agama Nasrani dan
Yahudi sekarang adalah agama produk buatan manusia. Kitab Taurat dan Injil
sekarang sudah mengalami banyak penyelewengan (tahriif). Jadi, kitab
suci, ajaran agama, ritual ibadah mereka sudah tidak bisa di pastikan kembali ke otentikannya. Dahulu Nabi Musa
mengajarkan kepada bani Israil untuk mentauhidkan Allah, begitu juga Nabi Isa.
Namun, kenapa sekarang ini, justru Nabi Isa yang menjadi Tuhan. Kenapa kitab
Injil terus bertukar redaksi dan berganti isinya di setiap zaman. Maka agama
Yahudi dan Nasrani sekarang sudah tidak terbukti keotentikannya. Dan kita tidak
bisa mengatakan bahwsanya agama itu termasuk agama samawi.
Maka benar kata Prof.al-attas,
bawasanya satu-satunya agama yang benar (haq) adalah agama Islam. Yang
sampa sekarang sangat terjaga kesempurnaanya. Dari kitab sucinya, ajarannya,
ritual ibadahnya mempunyai dasar wahyu yang sangat jelas. “Inna ad-diina
indallahi al-islaam)”. Sesungguhnya agama disisi Allah adalah Islam. “wa
man yabtaghi goira al-islaami diinan falan yuqbal lahu fahuwa fi al-aakhiroti
mina al-khoosiriin”.
Islam satu-satunya Agama Wahyu
Dr.Adian Husaini,
ketua program studi pendidikan islam Universitas Ibnu Kholdun, dalam
bukunya yang berjudul 10 Kuliah Agama
Islam, menuliskan judul bab pertamanya dengan “why we are moslem”. Di dalam bab
tersebut terdapat 4 alasan kenapa kita harus menjadi muslim. Dan empat alasan tersebut
juga bisa kita pakai untuk menjawab pertanyaan “kenapa islam sebagai agama
wahyu?”. Tentu konsep ini banyak yang sudah kita tau, namun kurang kita
perhatikan lebih dalam mengenai ini.
Pertama adalah
konsep Tuhan dalam Agama Islam. Islam adalah satu satunya agama yang nama
tuhannya diperkenalkan langsung oleh Dia di dalam kitab sucinya. Dalam surat
Taha ayat 18, diakatakan “Qul innanii ana Allah fa’budnii wa aqimi
as-solaata lidzikrii”. Dan nama
Tuhan dalam Islam adalah konsep yang final, dan tidak bisa diganggu gugat. Nama
ini tidak akan berganti seiring berkembangnya zaman dan tempat. Dimana pun
kalian berada, sebagai orang Muslim kita memanggil tuhan kita dengan nama
Allah. “Bismillahhirrohmaanirrohim”, “Allahu Akbar”.
Semua Muslim
dimanapun memanggil tuhannya dengan Allah. Berbeda dengan agama-agama yang
lain. Ada agama yang masih belum diketahui penyebutan namanya. Ada agama yang
penyebutan namanya berbeda di berbagai daerah. Ada yang masih bingung dengan
konsep agamanya, bahwa tuhannya bisa menjadi manusia dan bisa menjadi Tuhan.
Yang kedua adalah
Nama agama. Islam adalah satu-satunya nama agama yang diberikan oleh tuhannya
melalui kitab sucinya. “alyauma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu alaikum
ni’matii wa rodiitu lakum islaama diina”. Nama “islam” bukanlah produk
budaya, bukanlah bikinan manusia, dan bukanlah ternisabatkan nama sosok atau
namatempat. Karena nama itu adalah nama yang langsung diberikan oleh Allah SWT
dengan makna tunduk dan patuh atau berserah diri.
Tidak ada islam
arab, tidak ada islam Aljazair, islam Turki, ataupun Islam Nusantara. Islam
hanya satu yaitu “islam”. Mungkin banyak nama-nama agama diluar islam yang
dinisbatkan kepada nama sosok, nama penemu agama tersebut, ataupun nama tempat
dimana agama itu lahir. Dan karena inilah islam dikatakan sebagai agama wahyu.
Yaitu karena nama agama yang otentik kebenarannya.
Yang ketiga adalah
islam mempunyai sosok hidup dan suri tauladan untuk dijadikan contoh serta
untuk mengetahui bagaimana kita mengenal Tuhannya. Beliau adalah Nabi Muhammad
SAW. Untuk mengenal Allah kita haruslah percaya dengan utusan-Nya. Karena
dengan memperayai dan mengikuti dia lah kita dapat mengenal Allah. Bagaimana
kita ingin mengetahui cara beribadah kepada Allah, kalau kita tidak
mengenalnya. Maka disini Allah mengutus seorang Rasul, Rasul penutup para
nabi-nabi sebelumnya, yaitu Nabi Muhammad SAW.
Beliaulah yang
memberikan petunjuk hidup kita. Beliaulah uswah hasanah orang-orang
muslim di Dunia ini. Islam memiliki sosok yang bisa dijadikan panutan. Dari
cara bangun tidurnya sampai ia tidur lagi. Dari ia menata dirinya sendiri,
keluarganya, sampai Negara dan Umatnya. dari perkataanya, perbuatannya dan
perintahnya diikuti oleh seluruh Umat Muslim. Agama mana selain islam yang
mempunyai sosok yang dijadikan panutan jalan hidupnya. Secinta-cintanya kaum
Komunis kepada Karl Max, mereka tidak mungkin mencontoh Karl Max dalam
bertetangga, berumahtangga, dan bernegara.
Dan keistimewaan
seorang Nabi Muhammad adalah sebagai manusia biasa. “qul innama ana basyarun
mitslukukum”. Muhammad adalah seorang manusia biasa seperti kita yang pergi
ke Pasar dan berjalan di Muka Bumi. Dia bukanlah seorang Tuhan, seorang Dewa,
atau apapun. Jadi kita tidak bingung dalam mencontoh beliau. Tidak seperti
agama yang masih bingung dengan sosok Manusia yang dijadikan Tuhan. Disatu sisi
dia adalah manusia, dan disatu sisi dia adalah Tuhan. Lantas, mana yang benar.
Dan yang terakhir
adalah ritual ibadah yang dimiliki orang Islam. Islam memiliki ritual ibadah
yang final. Tidak ada pertentangan dan tidak ada pengecualian. Diamanpun kita
berada, kita sebagai muslim bisa masuk ke Masjid manapun untuk melaksanakan
shalat. Rukuk nya pasti ke depan, dan sujudnya pasti menyentuh tanah. Maka
bukanlah seorang muslim yang melakukan posisi rukuk ke belakang ataupun ke
samping. Perlu dipertanyakan mereka yang memunculkan jari tengah ketika duduk
tasyahud akhir.
Dan masalah yang
inti (usul) ini tidak ada perbedaan dikalangan umat muslim di Dunia.
Ritual ibadah ini lah yang tidak dimiliki agama lain. Kita mempunyai tempat
untuk beribadah dimana berkumpulnya seluruh umat Muslim di Dunia, yaitu Haji di
Makkah. Kita melakukan puasa di bulan Ramadhan, membayar Zakat sebelum Idhul
fitri, dan tiu semua adalah ibadah usul yang tidak ada pertentangan di kalangan kaum
muslimin. Inilah salah satu tanda bahwa Islam adalah agama wahyu, yang langsung
diturunkan oleh Allah SWT.
Inilah beberapa
bukti yang menunjukkan islam sebagai agama wahyu. Semoga kita bisa mengambil pelajaran
dari semua bukti-bukti diatas. Dengan percaya bahwasanya Islam adalah
satu-satunya agama wahyu yang ada. Semoga ini bisa memperteguh iman kita
sebagai orang Muslim. Wallahu A’lam bi as-showaab.
Depok, Kamis, 3
Maret 2016
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...