Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Rihlah Ilmiah di Negri Jiran (18-21 Februari 2016)
Bisnis
Maret 03, 2016
Malaysia, 18 Februari 2015
Hari ke-1
Univeristas Sains Islam Malaysia
![]() |
| University sains Islam Malaysia (USIM), Nilai-Malaysia |
Setibanya Kami di
Kuala Lumpur International Airport (KLIA), kami di Jemput oleh Dr.Malki. beliau
adalah Dosen di salah satu Universitas ternama di Malaysia, yaitu Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) di
daerah Nilai, Malaysia. kami langsung dibawa oleh beliau ke USIM menggunakan
mobil seperti avanza dengan merek Malaysia.
Di Universitas
Sience Islam Malaysia, saya, Ust Akmal Sjafril bersama Ust Ardiansyah, di
tempatkan di Kantor milik Dr.Malki. karena adanya suatu rapat, Dr.Malki
meninggalkan kami di Ruangan itu sampai selesainya ia dari rapat tersebut. Di
dalam Ruangan itulah terjadi beberapa perbincangan mengenai banyak hal dalam ghazwul
fikri, terutama dalam hal islam liberal dan perdebatan para kalangan dalam
mengkritik pendapat ulama.
Sebelum mereka
membicarakan hal tersebut, dan sebelum meninggalkan ruangannya, Dr.Malki
Muhammad Natsir menunjuk sebuah artikel yang ada pada dinding berita yang
tertempel di Kantor beliau. Itu adalah sebuah berita tentang bubarnya lembaga
ISTAC. Ia menjelaskan bagaimana bisa
bubarnya lembaga ISTAC di Malaysia. Benarkah ada unsur poltik disana, atau adanya
suatu hasad yang terpendam pada diri orang-orang yang tidak senang
terhadap Al-attas. Bahkan Dr.Malki mengatakan, “bahkan orang orang pembelajar
yang membawa buku-buku al-attas pun turut dicurigai. Kini ISTAC sudah tiada.
Dan tempatnya pun sudah sepi dan tiada.
Setelah
ditingglkan oleh Dr.Malki, Mereka berdua, Ust Akmal dan Ust Ardi langsung menjelasan
mengenai kerancuan pikiran dari Islam liberal. Memang karena sudah pakar
dibidang ini, beliau, ust Akmal Sjafril begitu jelas dan tegas menerankan hal
ini. “di Buku Islam Liberal 101, saya sangat menggaris bawahi pemikiran orang
liberal, yaitu, apabila orang liberal mengutip ayat Al-Qur’an, maka dia akan
mudah tergelincir”. Karena kenapa ? kita akan dengan mudah mengecek, atau
memverifikasi ayat alquran tersebut dengan seksama. Dan pada biasa nya mereka
hanya mengutip sebagian dari ayat alquran dan memotongnya begitu saja. Serta
menafsirkan secara tekstual ayat tersebut.
Orang liberal itu
tidak memiliki adab. Tidak bisa menepatkan sesuatu pada tempat nya sesuai
harkat dan martabatnya. “Jangan pernah berkata bahwasanya orang liberal hanya
menggunakan rasio saja dalam menafsirkan al-qur’an. Karena itu seolah-olah
kita, yang paham al-qur’an tidak
menggunakan rasio atau akal dalam menafsirkannya, justru orang liberal itulah yang tidak menggunakan rasio nya”, tegas Ust
Akmal.
Ust Ardiansyah,
seorang kandidat Doktor dalam Pendidkan dan Pemikiran islam di Universitas Ibnu
Khaldun, menjelaskan tentang kesalahan titel “ustadz” pada kebanyakan orang
sekarang.”banyak sekali sekarang orang yang mudah dipanggil ustadz. Hanya karna
pintar dalam ceramah, maka dapatlah ia titel ustadz.”, ujar Ust Ardi. Apakah
pantas seorang yang menyampaikan sebuah ilmu tentang agama malah membuat
lawakan dalam penyampaiannya, namun tidak
ada isinya sama sekali. Walaupun itu wajar dan keharusan, namun tidak sesering
yang kita bayangkan. Seperti yang kita banyak lihat di stasiun televisi saat
ini.
Teori Linguistik VS Teori Evolusi
Ust Akmal Sjafril,
seorang Master dalam bidang pendidikan dan pemikiran islam dari Universitas
Ibnu Khaldun Bogor, dan seorang penggagas dan pendiri organisasi Indonesia
tanpa JIL (ITJ) ini mengatakan bahwasanya ia mengikuti sebuah kuliah online
dari Barat. “Dalam salah satu kuliah online tersebut, pemateri pernah
menyampaikan sebuah kuliah tentang teori bahasa/linguistik. Yang mana materi
ini sudah dibicarakan oleh beberapa ulama pada zaman dahulu”, ujar beliau.
Yang saya
sangat tangkap dari pembicaraan bersama Ust Akmal adalah tentang bagaimana
beliau menerangkan teori linguistik atau berbahasa. Kita belajar bahasa dari
nama. Dan semua manusia pasti mempelajari bahasa itu. Kita diwaktu kecil
belajar mengucapkan “mama”, “ayam” dan lainnya. Keistimewaan nabi adam adalah
ia mengetahui semua benda benda yang ada dimuka bumi. Manusia dengan berbahasa,
akan mengetahui dari yang tidak ada, yang ada, dan apa yang harus ia lakukan
dengan yang ada tersebut. Berbeda halnya dengan Hewan. Hewan adalah makhluk
yang hanya bekerja secara insting. Walaupun ia berbahasa, namun ia tidak akan
memikirkan hal yang tidak ada dihadapannya. Ia hanya bergerak dan berfikir
secara instingnya.
Sebagai contoh,
seekor simpanse akan berteriak, “huuuuaaha” ketika melihat sebuah makanan yang
enak untuk memanggil kawannya. Bisa kita artikan bahwa suara simpanse itu
bermaksud untuk memanggil kawannya untuk makan. Namun, simpanse itu hanya akan
berfikir bagaimana ia besok bisa menemukan makanan itu lagi. Dia tidak akan
berfikir bagaimana ia bisa membuat makanan itu menjadi lebih enak, atau lebh
gurih. Dia tidak akan berfikir bagaimana bisa mendapatkan makanan yang lebih
enak dan dibagikan satu satu kepada kawannya tanpa ada yang berebutan. Itu
semua adalah insting berbahsa hewan. yang tidak memikirkan sesuatu untuk ada
atau yang belum ada. Berbeda dengan manusia. Manusia akan selalu berfikir,
dengan apa yang ada, bahkan yang belum ada sekalipun hingga untuk apa.
Seorang manusia
akan berfikir bagaimana ia bisa membuat ini, itu. Bagaimana dari yang tadinya
beras, menjadi nasi yang sedemikian enaknya. Bagaimana yang tadinya hanya
sebuah besi, bisa menjadi lemari. Bagaimana yang tadinya kayu, bisa menjadi
meja. Itulah manusia, yang mempunyai keistimewaan berbahasa dengan akalnya. Ust
Ardiansyah bisa menyebutnya “al-insaanu hayawaanun natiq”.
Teori linguisitk
ini sangat bisa memberi alasan dengan teori evolusi. Teori evolusi yang sampai
saat ini kita kenal adalah teori evolusii berupa fisik atau hardwarenya
saja. Yang kita lihat dari kera sampai bisa menjadi manusia. Namun sebagai
detailnya lagi, kita harus melihat dari dalamnya atau softwarenya.
Seperti otak manusia dan otak bintang yang saya sebutan tadi. Apakh mungkin
bisa berubahnya otak hewan yang sedemikian rupa menjadi otak manusia yang
sangat imajinatif dalam hal apapun.
Selanjutnya masalah
sejarah teks tulisan Al-Quran. Orang liberal mengatakan, bahwasanya bahwa
mushaf yang kita gunakan sekarang adalah mushaf utsmani, yaitu mushaf yang
disahkan oleh utsman tanpa menetujui para sahabat, salah satuny adalah Abdullah
bin Mas’ud. Padahal sudah sangat jelas
bahwa utsman mnegsahkan mushaf itu didepan seluruh sahabat.
Begitu asiknya kami
mengobrol, tidak terasa sudah masuk
waktu zuhur. Lalu kami melaksanakan shalat Dzuhur di Surau yang ada dala Kampus.
Ketika waktu sore tiba, kami langsung menuju rumah Dr.Malki. dan kami akan
bermalam dan tinggal disana selama 3 hari di Malaysia ini.
![]() |
| Suasana diskusi di Rumah Prof. Wan |
Malaysia, 19 Februari 2016
Hari ke-2
Profesor.Wan
Muhammad Nur
Pagi ini, kami mengunjungi serta bersilaturrahim ke Rumah Prof.Wan Mohammad Daud. Beliau adalah guru besar di ISTAC. Aba juga sering menceritakan beberapa kisah tentang beliau. Beliaulah yang menjelaskan tentang konsep adab milik Prof.Syed Naquib al-attasterhadap guru-guru di Institute for
studies islamic thought and civilization (INSIST). Banyak sudah buku-buku yang beliau tulis bersama Prof Syed Naquib al-Attas. Di Dalam bukunya, Prof.Wan selalu menekankan masalah islamisasi ilmu pengetahuan dan konsep Budaya ilmu. Setelah sebelumnya tidak pernah bertatap muka dengan Beliau, dan hanya membaca sekilas dari bukunya, akhirnya saya bisa bertemu dan melakukan sebuah diskusi bersama.
RumahProf.Wan berada di Daerah yang bias dibilang terpencil. Rumahnya cukup besar, dengan mempunyai gaya bangunan yang hamper samaseperti ISTAC. Konon beliau memang sengaja membuatnya seperti itu. Kami masuk ke Ruang perpustakaan. Dengan beberapa kursi dan meja yang ada ditengah dan di kelilingi oleh lemari buku yang sangatpenuh. Mungkin akan susah membacanya satu persatu, namun buku buku itu bisa menjadi referensi untuk semua pelajar yang ingin mendalami dalam berbagai bidang ilmu.
Setelah sambutan sedikit dari Prof.Wan, beliau tiba-tiba membahas masalah nine eleven (o9/11) yang terjadi di Amerika. Perisitwa Sembilan September itu dia katakan adalah The Crime against Humanity yang
telahmanipulasi data yang ada. Itu adalah rekayasa umat Barat yang disusunsecararapih,
namundapatterbongkar. “kalau di Barat, sebuahperistiwa yang besar, biasanya akan dinamakan dengan nama daerah/tempattersebut. Sepertihalnya pearl Harbour,
Peristiwa Paris, dll. Namun, kenapakejadianinitidakdinamakandengan WTC/amerika.
Tapi yang dibentuk adalah nine eleven”. Nine eleven
adalahsebuahkodetelfon Amerika, yang artinya bergegaslah, ayomenuju. UstAkmalSjafrilberkata di
tengah-tengahpembicaraan, “pada saat itusaya sedang kuliah S1,
dansemuaanaktekniksipilmengatakanituadlaahhal yang sangatmustahil. Bagaimana sebuah baja, bias runtuh secara jatuh bebas, ketika ditabrak
oleh sebuah pesawat”.
“kita bukan
anti-west, anti-amerika, atau apapun. Namun kita hanya anti terhadap apa yang menyimpang dari kebiasaan dan kesalahan mereka.” Ujar Prof.Wan. kenapa dengan semua kebodohan itu, umat muslim masih saja ada yang percaya dengan hal itu. Sehingga setelah kejadian itu beberapa negara muslim di Asia menjadi korbannya. Iraq, Afghanistan, Iran sampai pada saat itu mereka mengecek seluruh Negara muslim yang ada, dan Indonesia salah satunya.
SetelahituProf.Wan menerangkan kembali bagaimana hakikat dari sebuah adab. Bagaimana kita bisa meletakkan sesuatu dengan baik sesuai proporsinya.
“diDalam al-Qur’an yang diaktakan adalah wainnakala’alakhuluqinadzim namun di Hadist rasul mengatakan ahsanutta’diib.” UjarProf.Wan. sebenarnya tidak ada perbedaan dalam penyebutan akhlaq dan adab,namun tidak mungkin kita mengatakan akhlaq terhadap warna, akhlaq terhadap tumbuhtumbuhan, akhlaq terhadap hewan. Pastikitamengatakan adab terhadap warna, tumbuh tumbuhan dan hewan. Karena akhlaq lingkupnya hanya kepada manusia.
Kita
haruslah menajadi manusia yang beradab. Tanpa adab, seseorang tidak berhak mempunyai ilmu. “kalau orang yang tidak mempunyai adab lalu menjadi pemimpin, maka kerusakannya tidak begitu parah, namun, apabila orang yang berilmu dan tidak beradab menajadi pemimpin, maka akan rusak semua yang diaturnya. Mereka akan menggunakan ilmu itu dengan semaunya. Itulah pentingnya adab. Konsepadab, adil, hikmah, musyawarah, itulah yang selalu ditekankan Prof.Naquib sejak lama.
Hikmah adalah ilmu yang membimbing adab tersebut menuju sebuah keadilan. Jadidari hikmah, dikerjakan dengan adab, dan berbuah keadilan. Adab terhadap ulama, terutama, bagaimana kita menghormati karyanya. Kalau ingin mengkritik karya para ulama, coba pergunakanlah adab dengan baik. Jangan jadi manusia yang tidak beradab.
![]() |
| Kajian bersama Ust Akmal di University of Malaya |
Islam Liberal dan LGBT bersama Ust.Akmal Sjafril
Di Masjid ar-Rahman, University of Malaya (UM)
14.00-16.00
Sore itu, di Masjid Ar-rahman, Universitas Malaya, UstAkmal Sjafril mengisi sebuah materi dengantema “Islam Liberal dan LGBT” di Persatuan Pelajar Indonesia (PPI). Yang datang di Aula tersebut bisa terhitung banyak karena penuhnya tempatitudengan para Mahasiswadan non Mahasiswa. Ini adalah kali
pertamanya Ust Akmal mengisi di Malaysia ini.
Ust Akmal Sjafril, seorang Master
pendidikan di bidang Pendidikan dan pemikiran islam yang pakar dibidang islam
liberal, memulai slide nya dengan tema “Ghazwul Fikri”. Ghazwul fikri,
dalam bahasa Indonesia bisa dibilang dengan pemikiran. Namun perang disini
bukanlah perang dengan fisik. Senjata yang harus dimiliki di Peperangan ini
bukanlah pedang, pistol, atau panah. Melainkan ideologi dan ilmu yang banyak.
Tujuan dari peperangan adalah penaklukan. Sebagaimana banyak kalangan islam
liberal ingin sekali menaklukkan ideologi kaum muslimin.
Beliau menerangkan bahwasanya
akar dari permasalahan ini adalah arti yang terkandung dalam surat al-Hijr
ayat 39, yang artinya : “ia (iblis)
berkata, tuhanku, oleh karena Engkau telah memustuskan bahwa aku sesat, aku
pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di Bumi, dan aku akan
menyesatkan mereka semuanya”. Disinilah sangat jelas, bahwasanya iblis
dengan terang-terangan berkata pada Allah, bahwasanya akan menjadikan semua
kejahatan di Dunia ini menjadi indah. Iblis itu percaya bahwa Allah itu satu,
mengakui keberadaan Allah, pernah
tinggal di Surga, namun ia tidak taat dan sombong terhadap Allah SWT karena
tidak mau menyembah dihadapan manusia. Tidak berbeda jauhlah sifat orang-orang liberal dengan iblis. Mereka
sombong dan angkuh.
banyak sudah penyimpangan
aqidah yang sudah dibuat oleh orang-orang liberal. Dari pendidikan, Media, dan
budaya. Ust Akmal memberikan contoh dengan kejadian yang sangat tragis di
Kampus UIN Sunan Ampel. Ketika ospek mahasiswa baru memunculkan banner bertuliskan
“tuhan membusuk”. Itu adalah salah satu contoh liberalisasi dalam bidang
pendidikan. Dalam bidang media, Ust Akmal memberikan Contoh dengan film fim
yang ada di Indonesia. Yang membuat mindset orang-orang menjadi salah
mengartikan islam.
Selanjutya Ust Akmal
melanjutkan materinya tentang masalah yang sedang hangat dibicarakan di
Kalangan masyarakat Indonesai, yaitu LGBT. Beliau menjelaskan bahwasanya ini
adalah faktor dari lingkungan dan keluarga. Kaum LGBT selalu mengaganggap ini
adalah masalah orientasi seksualitasnya, namun ini bukanlah suatu fitrah yang
berasal dari lahir, melainkan penyakit yang sangat berbahaya. “didik lah anak
anak kita dengan pendidikan yang baik. Perhatikanah setiap pergaulan mereka.
Siapa temannya, apa yang ia pegang, dan apa yang ia pelajar. Karena anak di
saat ini sangatlah berbeda dengan dulu”, tegas Ust Akmal.
Di malam hari, kami
melanjutkan perjalanan ke Universitas Islam Antarbangsa (UIA). Ust Akmal akan
menyampaikan materi yang sama kepada PPI pada malam itu. Karena sudah
mendengarkan pemaparan dari beliau di Siang hari, saya menyempatkan bertemu
dengan teman-teman angkatan yang belajar disana. Sampai menginap di Asrama
mereka.
Sabtu 20 Februari 2016
![]() |
| Prof.al-Attas "On Justice and the nature of man" in UTM, Malaysia |
Kuala Lumpur,University Teknologi Malaysia (UTM)
On Justice and The Nature of man
Hari itu adalah
hari dari sebuah alasan kami pergi ke Negri Jiran ini. yaitu keikut sertaannya
kami dalam Kuliah terbuka di Universitas Teknologi Malaysia (UTM) oleh
Prof.Syed Muhammad Naquib al-Attas yang bertemakan “On Justice and the nature
of man”. Judul Itu diambil dari nama buku yang belum lama ini ditulis oleh
Prof.al-Attas sendiri. Di Dalam buku itu beliau membahas konsep keadilan dalam
surat (4):58 dan proses tebentuknya manusia dalam surat (23) 12-14.
Al attas menerangkan
tentang konsep keadilan pada diri sendiri. Perintah dalam surat (4):58 itu
adalah dari Allah langsung untuk kepada orang yang mempunyai ahli (ahl)
di dalam kepercayaan. Seseorang haruslah berlaku adil terhadap dirinya sendiri.
Karena fitrah seseorang akan kembali kepada perjanjiannya ketika ia ditiupkan
sang ruh, lantas ditanya oleh Allah, “alastu birobbikum” maka ruh dalam
diri kita menjawab, “qooluu bala syahiddnya”. Inilah sebuah perjanjian
ruh yang ada dalam diri kita terhadap Allah SWT.
Lawan kata dari
adil adalah zhalim. Zhalim adalah sikap dimana kita tidak meletakkan
sesuatu pada tempatnya. Dalam prespektif Barat, manusia melakukan konsep
keadilan haruslah ada sebuah objeknya. Namun dalam prespektif islam, manusia
haruslah adil terhadap dirinya sendiri terlebih dahulu. Yaitu, mengembalikan
ruh/jiwanya tersebut kepada sang pemiliknya, yaitu Allah SWT. Dengan melakukan
semua perintahnya dan menjauhi larangan-Nya.
Kalau kita
menyukutukan Allah, dan tidak taat kepada-Nya, berarti kita menzhalimi diri
kita. Yaitu fitrah yang ada dalam diri kita. Itulah sebagian konsep keadilan
yang diterangkan oleh Prof.Syed Muhammad Naquib al-Attas dalam bukunya On
justice and the nature of man. Dan selanjutnya al-attas menaruh konsep Manusia
pada kata “nature of man”. Karena manusia, sangatlah berkaitan dengan semua
perintah Allah yang ada dalam al-qur’an, termasuk yang ada dalam surat (4) :58.
Inilah mungkin
beberapa point penting yang disampaikan oleh Prof.al-Attas. Dan masih banyak
lagi penjelasan beliau yang perlu dipahami. Karena untuk memahami pemikiran
beliau, kita haruslah memiliki guru yang selalu membimbing dalam pemahamannya.
Semoga kita bisa terus bisa mempelajari ilmu-ilmu yang ia sampaikan. Dan semoga
beliau selalu mendapatkan rahmat dan kasih sayang dari Allah atas segala ilmu
yang telah diberikan kepada kita.
Depok,
2 Maret 2016




Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...