Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Ust Asep Sobari : Syiah bukan Ajaran Islam


Ust Asep Sobari : Syiah bukan Ajaran Islam
Oleh : Bana Fatahillah

            “Syiah adalah aliran dalam islam yang paling lama muncul.Seperti halnya khawarij, Syiah muncul dari induk atau rahim yang sama sepertinya.” Ujar Ust Asep Sobari, L.c  mengawali perkuliahan Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Fatahillah angkatan keempat dalam pertemuan ke-9. Tema yang diangkat pada perkuliahan ini adalah “Syiah : Sejarah dan Ajarannya”.

            Melanjutkan perkuliahan tersebut, Ust Asep memberikan beberapa pertanyaan kepada para peserta kuliah. Pertama, mengapa syiah muncul. Kedua, darimana mereka berasal.Ketiga, apakah ajaran dasar syiah bersumberkan ajaran islam. Karena menurut beliau, pertanyaan ini akan mengantarkan peserta kuliah kepada seluruh permasalahan yang ada pada ajaran syiah.

            Sebelum menuju ke jawaban dari pertanyaan “mengapa syiah muncul”, Co-Founder Siroh Comunity Indonesia (SCI) tersebut  menjelaskan tentang tabi’at dakwah islam di Zaman Rasulullah dan khulaafaurrasyidiin. Beliau menggambarkan sebuah peta dakwah dari zaman dimana islam belum masuk ke Dunia, atau biasa disebut zaman jahiliyyah.

            “ketika masa jahiliyyah, dimana manusia tidak mempunyai sumber dan landasan terhadap sesuatu, maka islam datang dan menjawab persoalan masalah itu” terang Ust Asep. Di zaman Rasul dan Khulafaurrasyidin, semua hal yang berkaitan dengan islam sangat diperjelas dengan hukum yang tepat. Karena semua permasalahan merujuk kepada Rasulullah SAW, tanpa ada pertentangan.

            Tantangan yang ada pada periode tersebut yaitu berupa ideologi dan fisik. Terkait ideologi pada masa itu, tentu permasalahan yang ada adalah sebuah problem aqidah dengan kalangan kafir quraisy dan beberapa non muslim pada masa itu. Dan ketika pasukan muslim berhasil mematahkan ideologi mereka, mereka yang tidak puas dengan kekalahan itu melakukan perlawanan fisik yang bersifat militan dalam bentuk peperangan.

            Berhenti di periode Umar bin Khattab, permasalah ekstrnal itu terus muncul dan dapat dikalahkan oleh kaum muslimin, terutama dalam peperangan dengan kaum musyrikin. Namun, memasuki periode Utsman bin Affan, terutama di enam tahun terkahir masa kepemimpinan beliau, munculah beberapa permasalahan internal dari kaum muslimin. Timbulah fitnah-fitnah yang ada dari beberapa kalangan mengenai kekhalifahan Utsman.

            Sampai pada masa pembunuhan Utsman bin Affan, yang lalu digantikan oleh Ali bin Abi Thalib, permasalahan internal ini semakin muncul secara terang-terangan. Timbul wacana yang mengatakan bahwa Ali adalah Tuhan, Ali mendapatkan wasiat “langsung” dari Rasul untuk menjadi khalifah setelahnya, dan Ali adalah orang yang paling mulia diantara para sahabat. Khalifah Ali bin abi Thalib tidak diam terhadap ini, ia menghukum orang-orang yang membuat sebuah wacana tersebut.
            Ust Asep menjelaskan, bahwa orang-orang yang membuat wacana ini pastinya bukan orang islam. Tetapi, ia menyampaikannya kepada beberapa kalangan muslimin awam untuk disebarkan kepada masyarakat lainnya. Dan hingga wafatnya khlifah Ali, penyebaran paham ini terus disebarkan oleh kalangan tersebut. Dan wacana yang selalu diangkat oleh mereka adalah “bahwasanya Ali mendapatkan wasiat langsung dari Rasul untuk menggantikannya selepas Beliau wafat”. kejadian ini terjadi diperkuat dalam peristiwa Ghadir Khum.

            Ketika memikirkan ajaran syiah yang sedemikian rupa, hingga kini timbul berbagai ajarannya, seperti, taqiyyah, yang mengatakan bahwa seseorang boleh berbohong demi tersebarnya ajaran syiah tersebut. Lalu ada juga Ishmah, yaitu konsep mempercayai imam-imam yang mereka percayai dan bahwa imam-imam tersebut tidak bisa salah dan lupa. Mereka lupa bahwa Rasulullah pernah lupa, bahkan dalam hal ibadah, hingga disyariatkannya sujud sahwi. Kalau seorang Rasul saja bisa lupa, kenapa imam-imam mereka yang hanya manusia biasa tidak bisa lupa.

            Dan mereka mempunyai konsep takfiir, yaitu mengkafirkan para sahabat-sahabat lainnya seperti Umar, Utsman dan Abu Bakar. Yang tentu saja ini bertentangan dengan ajaran Islam, yang memuliakan seluruh sahabat yang ada. Ditambah lagi dengan konsep nikah Mu’tah. Dan menurut mereka nikah tersebut mendapatkan pahala yang sangat besar.

            Ketika mereka mengatakan bahwa mereka memuliakan ahlu al-bait, sebenarnya mereka tidak seenuhnya berkomitmen dengan itu. Karena yang ia muliakan, hanya dari keturunan Fatimah binti Muhammad yang menikah dengan Ali bin Abi Thalib, lalu Husain bin Ali sebagai anak dari Ali. Mereka mengkafirkan Utsman, padalah istri Utsman adalah suami dari dua anak Rasul. Jadi sebenarnya mereka tidak menghormati ahlu al-bait sepenuhnya.

            Dari seluruh sejarah dan ajaran-ajaran yang ada, Ust Asep Sobari, seorang peneliti INSISTS dan alumni University Islam Madinah menyatakan dengan tegas bahwa “Syiah bukanlah Islam”. Tidak ada ajaran islam sedikitpun yang ada di dalam syiah. Wallahu a’lam bi as-showab.

                                                                                                            Depok, 20 April 2016


           


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia