Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Seberapa Pentingkah Menghafal al-Qur'an itu?



Oleh: Bana Fatahillah
(Calon Mahasiswa Tafsir Fakultas Ushuluddin Alazhar)

Kita sering sekali mendengar perkataan-perkataan yang —dalam tanda kutip— menyudutkan pentingnya kegiatan menghafal alquran. Misalnya saja: "Untuk apa ngafal quran tapi kelakuannya tidak seperti alquran" "lebih baik tidak hafal quran, daripada hanya sebatas lewat saja" "percuma hafal alquran, tapi ga pernah bertadabbur dengan ayat-Nya." dsb.

Semua kalimat itu hakikatnya benar dan tak bisa kita nafikan. Tipikal orang seperti di atas pun dalam realitasnya benar ada; menghafal tapi tidak merenung; Menghafal tapi menerobos hukum-hukum di dalamnya; Menghafal tapi tidak berperilaku seperti alquran; atau menghafal demi mengejar dunia. Dan lain sebagainya.

Saya pun sebelum ditakdirkan Allah untuk ada di Rumah Tahfidz ini pernah beranggapan demikian. Dan bahkan tidak sesekali saya menganggap remeh para penghafal quran karena —dalam pandangan saya waktu itu— mereka hanya disibukkan dengan hafalan qurannya saja, yang notabenenya adalah sunnah, sedangkan mereka melupakan belajar disiplin berbagai ilmu lainnya, yang mana itu fardhu 'ain.

Dari berbagai asumsi di atas, maka pertanyaan yang bisa dilontarkan adalah: apakah berarti menghafal alquran itu tidak perlu dan tidak penting.?

Sebelum menjawabnya, saya Ingin mengatakan bahwa pertanyaan ini tidak dilatarbelakangi dari pencapaian penulis dalam menghafal alquran. Bahkan itu pun belum tercapai. Akan tetapi hal ini didasari dari pengalaman para pendahulu yang sudah menghafalkan alquran dan memberikan kita semua faidah yang amat penting dari menghafalnya.

Menanggapi pertanyaan di atas, maka jawaban saya adalah tidak. Salah. Menghafal al-Qur'an itu penting —bahkan sangat penting. Dan Jika kalian bertanya apa urgensi atau pentingnya menghafal al-Quran, maka saya akan katakan bahwa ada dua hal (versi saya) yang membuat alquran itu penting untuk dihafal.

Pertama, dengan menghafal alquran kita akan lebih akrab dengannya dan akan terasa ringan untuk membacanya. Gampangnya seperti ini, jika sudah hafal quran, baik seluruhnya atau beberapa Juz saja, maka kelak ia akan merasa ringan dan tidak ada beban tatkala membacanya. Membaca 1 Juz sebelum menghafal quran dan setelah menghafalnya akan terasa berbeda.

Ibarat orang yang sedang menyetir mobil di sebuah jalanan. Jika ia sudah akrab dengan jalanannya dan melewatinya berkali-kali, maka jarak perjalanan yang ditempuh dalam waktu 1 atau 2 jam pun bukan hal yang berat baginya. Sebab ia sudah hafal jalanan dan sudah terbiasa dengannya. Adapun orang yang baru saja mencoba sebuah jalan atau melewati jalan tersebut tapi hanya sesekali saja, maka ia akan merasa berat setiap melewatinya. Dan nantinya ia akan Jenuh dan bosan.

Jika sudah hafal dan mengulanginya secara terus menerus, membaca 1-2 Juz dalam sehari itu adalah hal yang ringan. Mungkin kalian ada yang pernah merasakan waktu sd, smp, atau pada waktu dimana kalian belum mulai menghafal, bahwa membaca 1 Juz dalam satu hari itu berat nya 'masyaallah' sekali. Tapi itu semua berbeda saat sudah terbiasa berinteraksi dengan alquran lewat hafalannya yang ia ulang terus menerus; akan mudah dan terbiasa.

Kedua, dengan menghafal alquran kita akan lebih mudah mendalami berbagai disiplin ilmu. Ini karena alquran adalah sumber dari segala ilmu. Dan semua disiplin ilmu yang diletakkan oleh para ulama, tujuannya adalah satu: khidmah pada alquran. Nahwu misalnya. Ilmu ini diletakkan untuk mencegah adanya kesalahan dalam pelafalan bahasa arab yang berujung pada bacaan Al-Quran yang diturunkan dengan bahasa arab. Begitupun ilmu-ilmu syariat lainnya.

Karenanya, setiap kaidah, hukum, argumentasi, ataupun ketentuan dalam ilmu ilmu syariah biasanya —bahkan seluruhnya—menggunakan dalil dari ayat quran. Maka jika sudah menghafalnya, kita akan dipermudah dalam menelaah berbagai dalil yang disisipkan dalam setiap kaidah atau sebuah hukum.

Misalnya begini. Ketika mendengar atau membaca penjelasan tentang ayat pernikahan dalam surat al-Baqarah, maka kita tidak perlu kerja dua kali. Maksudnya apa kerja dua kali?  Pertama kita harus menghafal teks dan kedua harus memahami teks. Andai sudah menghafalnya, kita akan langsung dapat mencerna penjelasan makna dari ayat tersebut tanpa bingung dengan teks yang mendasarinya. sebab apa? sebab kita sudah menghafalnya.

Sebagai pengalaman, dalam mata pelajaran tafsir, saya melihat adanya perbedaan antara orang yang sudah hafal ayatnya dengan yang belum hafal. Bagi yang sudah hafal ia tidak perlu lagi bingung dengan teks. Ia langsung mendengarkan apa yang dipaparkan oleh dosen di ruangan kuliah. Jika ada permasalahan dalam ayat keempat belas, misalnya, dan perlu balik lagi ke ayat pertama, ia tidak perlu bingung lagi membolak balik alquran dan mencari teks yang bersangkutan. Yang mana ini semua dapat memudahkannya.

Dua hal inilah kiranya yang menurut saya menjadikan kegiatan menghafal alquran menjadi penting. Namun ada yang perlu diingat, ini bukan berarti mereka yang tidak menghafal alquran itu salah ataupun merugi.

2 tahun lalu saya pernah mendengar Syekh Husam berkata bahwa menghafal alquran itu adalah 'beasiswa' yang tidak diberikan ke semua hambanya. Jadi, tegas Syekh Husam, jangan pernah mewajibkan setiap peserta didikmu (jika kalian memiliki sebuah instansi pendidikan)  untuk menghafal alquran, sebab manusia itu berbeda beda. Dan tidak semuanya diberikan kemampuan itu oleh Allah.

Dan tapi juga, bukan berarti kita tidak menghafal alquran sama sekali. Setidaknya kita terus menghafal meski tidak selesai. Sebab, sebagaimana kata Ustadz Azwar Anas, pembimbing kami di Rumah Tahfidz Mesir:  terus berusahalah dalam menghafal alquran. Meskipun nantinya tidak sampai, setidaknya kita sudah berada di jalan orang orang yang pernah menghafalnya.

Semoga momentum nuzulul quran 1440 Hijriyah ini menjadikan kita terus berinteraksi dengan alquran dan dapat mengamalkan apa2 yang ada di dalamnya. Amiin.

Masjid Al-Azhar
Darrasah, Kairo
17 Ramadhan 1440/21 Mei 2019

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia