Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Yang Tidak Diceritakan di Film NKCTHI



NKCTHI ternyata tidak begitu merangsang emosional saya. Sebagai seorang penikmat, sebenarnya berat untuk mengucapkan hal ini. Tapi ya gmn lagi. Lagian film yang katanya relatable dengan kehidupan nyata, ternyata ga segitunya alias ‘b-aja’. Gak pernah tuh saya ngegas ke orang tua kaya si Angkasa atau diabaikan karena jadi anak kedua kaya si Aurora (kebetulan saya anak kedua juga). Yang relate sama saya paling kisahnya Awan yang gagal dalam dunia percintaan, hehe- walaupun gak selebay itu juga sih.

Tapi saya yakin disana ada yang disuratkan lewat film ini, sebab keluarga memang punya problemnya masing-masing yang tidak dirasakan oleh keluarga lainnya. 

Meski tanpa konflik yang tajam, sekali lagi film ini tetap enak untuk dinikmati. Bagi saya ada yang lebih menarik  dari quotes ala ala indie atau acting aktornya yang keren parah atau bahkan paras songong-nya Aurora yang ue banget, yaitu  soundtrack film ini. Khususnya lagu rehat milik Kunto Aji yang gak tau kenapa, setelah direnungkan dan mendengar langsung ulasan dari penyanyinya di salah satu akun yutub, sepertinya memberikan pesan khusus pada kita semua. Saya si khususnya.

Tapi sayang apa yang ingin disampaikan Aji dalam lagu itu bagi saya belum diceritakan di filmnya. Lah emang apa urusannya Aji sama film ini, dia kan bukan sutradara? Memang bukan, tapi Aji mengutip salah satu liriknya –dan ini merupakan lirik pamungkas yang menjadi titik inti lagunya–langsung dari penulis buku NKCTHI itu sendiri, yaitu mba Marchella FP. Ya secara gak langsung dengan dukungan teks penulis aslinya ditambah dengan lagunya Aji, film ini seharusnya bisa mengilustrasikan pesan itu. Tapi justru ga ada. Husnuzon aja mungkin mas Angga Sasongko (sutradara film ini) punya pesan lain.   

Bait lirik yang saya bilang dikutip langsung dari penulisnya itu bunyinya begini:

Yang dicari hilang
Yang dikejar lari
Yang ditunggu
Yang diharap
Biarkanlah semesta bekerja untukmu

Fyi, Rehat adalah salah satu lagu Aji di album mantra-mantra yang mengangkat tema kesehatan jiwa. Setiap lagu dalam album itu punya mantra pamungkas untuk mengobati jiwa yang hancur yang nanti akan diulang-ulang ketika dinyanyikan, ya semacam reff gitu lah. Dan Bait diatas adalah mantra pamungkas lagu rehat yang memang disiapkan untuk self-healing nya.

Kembali pada pembahasan, jadi yang saya maksud pesan yang dilewatkan film ini adalah peran agama atau lebih spesifiknya faktor tuhan yang terlibat disetiap urusan manusia. Dan inilah yang ingin disampaikan Aji lewat lirik itu dan belum diceritakan film nkcthi. Agar ada sedikit bayangan mari kita simak apa yang melatarbelakangi Aji ingin sekali mengutip bait tersebut.

Dalam wawancara itu Aji bercerita bahwa lagu ini dilatar belakangi oleh pengalaman pribadinya. Ia yang merupakan jebolan panggung Indonesia Idol saat itu ingin sekali melebarkan sayapnya ke dunia industry music yang lebih besar. Akhirnya terhitung sejak 2008 ia berusaha mengumpulkan uang agar bisa merealese sebuah album. Namun ditengah perjalanan takdir berkata lain. Ia terkena penyakit parah yang katanya dapat merenggut nyawanya. Uangnya pun habis untuk biaya pengobatan. Karir yang diangan-angankanya sirna ketika itu. Yang ia pikirkan hanyalah pasrah pada Tuhan dengan berbagai ketentuan selanjutnya.

Dititik inilah Aji menyadari bahwa ketika pasrah dan menyerahkan perkara dengan yang di Atas, kita justru akan dituntun dengan sebenar-benar tuntunan. Sampai pada akhirnya ia sembuh dan kemudian dapat menciptakan satu lagu dengan segala keterbatasan. Namun apa, satu lagu yang dibuat itu ternyata meledak dan booming hingga seantreo nusantara yang justru mengangkat nama Aji hingga ia bisa membuat album selanjutnya. Lagu itu berjudul “Sudah terlalu Lama Sendiri”, yang saya yakin Kalian pasti tau.

Ia pun akhirnya sampai pada suatu kesimpulan “kita mungkin punya rencana, tapi yang di Atas punya rencana lain…Seandainya saat itu saya mengeluarkan album mungkin tidak akan meledak seperti lagu Sudah terlalu lama sendiri ini.. dan inilah ketentuan yang di atur oleh yang di Atas. Demikian Aji. 

Inilah yang ingin saya garis bawahi, yaitu tentang bagaimana percaya dengan kekuatan yang Maha Bisa dan Maha Punya.

Sebagai seorang mukmin kita mempunyai sebuah paradoks bahwa pencapaian itu tidak semata-mata karena amalan kita. Kalau hanya sebatas itu mindsetnya, maka yang akan terjadi adalah perasaan kecewa yang meluap saat harapan itu meleset. Beda halnya dengan mereka yang menyertakan peran Allah dalam pencapaiannya, ketika meleset ia selalu percaya bahwa ada kejutan lain dibalik kegagalan itu.

Inilah yang dilewatkan film nkcthi yang menurut saya seharusnya ada. Didalam film saya tidak melihat agama dimainkan perannya, padahal (padahal lo ya) biasanya disaat-saat jatuh seperti inilah orang pd umumnya ingat sama Tuhan, sebagaimana yg banyak digambarkan dalam Quran. Dan menurut saya justru scene inilah yang sudah seharusnya ditonjolkan, terlebih penulis menyantumkan di buku yang melandasi film ini. Yaa gak harus ditonjolkan banget si. Mungkin bisa disiasati seperti meletakkan acting sedang berdoa atau apaa gitu yg mengilustrasikan seorang hamba yg memohon pada Tuhannya. Tp ternyata hal ini tidak ada.
Saya bahkan bertanya2, jika dalam posisi sesulit ini saja mereka lupa akan Tuhan, bagaimana saat mereka dalam keadaan nikmat?

Bahkan salah satu aktivis Islam di Solo dalam resensi singkat tentang film ini menulis: “Pertanyaannya, lalu dimanakah peran agama? Ah mungkin agama masih sibuk ngurusi pro kontra tempat harlah, bukan problem keluarga model begini,” tulisnya

Dan inilah yang menurut saya menggetarkan Aji dibalik lirik “biarkan semesta bekerja untukmu”. Aji seperti sosok religius yag ingin memberi solusi sekaligus menghibur orang yang gagal. Ia ingin orang yang gagal tidak kecewa pada dirinya dengan meyakinkan ada kejutan lain dibalik itu.

Kalimat “biarkan semesta bekerja” seakan menjadi mantra untuk selalu memasrahkan diri kita pada Tuhan saat gagal menimpa. Inilah makna yang dimaksud dibalik kalimat biarkan semesta bekerja, yakn biarkan 'TUHAN' semesta bekerja, sebab dalam hal ini bukan semestalah yang memempunyai kehendaknya melainkan pencipta semesta. Biarkan kehendaknya yang menjadi kejutan lain di balik kegagalan kita. Atau yangg dalam Islam dikenal dengan hikmah atau ibrah. “Insyaallah ada hikmahnya kok!” begitu orang2 biasanya menyebutnya jika gagal melanda. Namun sekali lagi sayang, pesan indah ini belum digambarkan oleh nkcthi.

Tapi yasudahlah, itu mungkin hanya secuil kekecewaan saya dengan film ini. Toh saya pun menikmati film ini dan bahkan nyaris mewek dibagian akhirnya. Pesan di lagu Aji pun rasanya sudah populer di masyarakat saat ini. Dalam arti pesan-pesan seprti “slalu libatkanlah Tuhan dalam pencapaian kita, jika gagal Tuhan punya pesan lain di balik itu” memang sudah jamak di masyarakat. Walaupun masih ada satu dua yang melupakannya, sebab memang pada umumnya kita suka sekali meng-elu-elu kan pekerjaan dan diri kita sampai lupa disana ada Aktor lain yang membersamai kita dalam setiap pencapaian.

Alakullihal lagu Aji tetap bisa dinikmati sekaligus dimaknai dalam perspektif yang sangat agamis. Film ini pun sangat layak ditonton, apalagi bareng keluarga. Kalau disuruh nilai satu sampai sepuluh, yaa saya kasih 9 lah. Aslinya 8,5 tapi karena Aurora (Sheila Dara) yang actingnya keren parah jadi saya naikin; Muka songongnya itu lo dapet banget, dan model kaya gitu tu gue banget tau gak si. Hahaha. Dan satu lagi itu si Awan kaya mirip siapaaa gitu ya di masisir, kaya yang kenal, (skip)


Thanks for reading

Kairo, Mesir
Senin, 10 Juni 2020

Bana Fatahillah
(Penikmat Film Indo)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia